ABSTRAK 
Latar belakang: Diabetes mellitus adalah penyakit kronis tidak menular ditandai dengan gangguan metabolik dan hiperglikemia persisten. Indonesia diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap beban global diabetes mellitus, yang diperkirakan akan meningkat dari 425 juta pada tahun 2017 menjadi 629 juta pada tahun 2045. Pasien diabetes mellitus masih memiliki tingkat kesadaran yang kurang
optimal terkait pemeliharaan kesehatan mulut. Dukungan keluarga diidentifikasi sebagai faktor sosial
utama yang mempengaruhi kepatuhan terhadap pengobatan, perilaku perawatan diri, dan hasil kesehatan.
Tujuan: Untuk menganalisis peran dukungan keluarga terhadap kesadaran kesehatan mulut pada pasien
dengan diabetes mellitus. .
Metode: Desain studi ini adalah studi observasional analitis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Studi ini melibatkan 152 pasien diabetes mellitus di Pusat Kesehatan Masyarakat Kedungdoro, Surabaya,
menggunakan sampling berurutan. Variabel dalam studi ini adalah dukungan keluarga dan kesadaran dalam
menjaga kesehatan gigi dan mulut pada pasien diabetes mellitus. Pengumpulan data dilakukan
menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji SEM PLS.
Hasil: Karakteristik pasien tidak signifikan mempengaruhi dukungan keluarga (β = −0.160; t = 1.828; p =
0.068). Demikian pula, karakteristik keluarga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap dukungan
keluarga (β = 0.011; t = 0.129; p = 0.898). Dukungan keluarga memiliki pengaruh positif yang signifikan
terhadap kesadaran kesehatan mulut pada pasien dengan diabetes mellitus (β = 0.718; p < 0.001).
Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi
dan mulut pasien diabetes mellitus, pentingnya memperkuat keterlibatan keluarga dalam perawatan
diabetes. 

Anggota Mahasiswa