Anak tunanetra adalah anak yang memiliki gangguan atau kerusakan yang terjadi pada indera penglihatannya, sehingga menyebabkan berkurangnya kemampuan penglihatan atau bahkan tidak bisa melihat sama sekali. Indera penglihatan yang tidak berfungsi menyebabkan seorang harus mengandalkan indera-indera lainnya yang masih berfungsi dengan baik dalam menerima informasi.

Salah satu penyebab dari masalah kesehatan gigi dan mulut adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan menjadi faktor yang membentuk perilaku seseorang. Dalam proses belajar tentu saja daya serap indra penglihatan memiliki peran yang paling penting, sehingga penderita tunanetra sedikit kesusahan untuk menerima informasi mengenai pengetahuan dibandingkan dengan anak normal.

Pembuatan media inovatif yang sesuai dengan anak tunanetra sangat berguna untuk meningkatkan pengetahuannya. Peneliti membuat media berupa Grope Dental Box sebagai upaya dalam peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak tunanetra, sehingga media ini dapat membantu anak tunanetra untuk lebih mudah memahami tentang kesehatan gigi dan mulut.

Pada penelitian ini peneliti membagi 2 kelompok anak tunanetra, yaitu kelompok kontrol sebanyak 10 anak tunanetra dan kelompok eksperimen sebanyak 10 anak tunanetra. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberi penyuluhan menggunakan media Grope Dental Box sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang diberi penyuluhan tidak menggunakan media Grope Dental Box.

Metode yang kami gunakan dalam penyuluhan ini adalah simulasi cara menyikat gigi yang baik dan benar. Metode simulasi yang kami gunakan berdasarkan pada media yang kami tawarkan berupa Grope Dental Box dimana dalam media ini terdapat beberapa komponen cara menyikat gigi yang baik dan benar. Media ini bertujuan untuk membantu anak tunanetra untuk mengetahui pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut.

Berdasarkan hasil kuisioner, dapat diketahui bahwa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki selisih skor yang cukup jauh yaitu rata-rata pada kelompok eksperimen sebelum penyuluhan 51,81% dan setelah penyuluhan 92,72%, sedangkan pada kelompok kontrol sebelum penyuluhan 48,18% dan setelah penyuluhan 57,27%. Hal ini menunjukkan bahwa media Grope Dental Box efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa SLB-A YPAB Kota Surabaya tentang kesehatan gigi dan mulut.